OPTIMASI SISTEM DWELLING TIME DI PELABUHAN DILI (APORTIL)
Keywords:
STACKING TIME, DILI PORT, DEMURRAGE, MATHEMATICAL MODELAbstract
Pelabuhan Dili merupakan pintu gerbang laut utama Timor-Leste. Tingginya waktu penumpukan kontainer (dwelling time) – rata-rata 4–5 hari per petikemas[3] – menghambat kelancaran logistik nasional. Penelitian ini mengembangkan model optimasi dwelling time dengan meminimalkan total waktu tunggu kontainer sejak bongkar di dermaga hingga keluar pelabuhan. Metode penelitian berupa kajian konseptual dengan data dari studi kepustakaan dan laporan resmi (misal Time Release Study 2019[5]) serta analisis proses pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Asumsi-asumsi model didasarkan pada nilai-nilai referensi (misalnya dwelling time 5 hari kontainer impor[6]). Hasil simulasi model menunjukkan optimasi prosedur dan integrasi sistem informasi dapat mengurangi rata-rata dwelling time sekitar 40%. Secara kuantitatif, penurunan ini berpotensi menghemat biaya logistik (biaya demurrage) jutaan dolar per tahun. Implikasi manajerial adalah perlunya penerapan single window, perpanjangan jam layanan, dan koordinasi lintas instansi pelabuhan. Penelitian selanjutnya dapat melengkapi data primer dan memperdalam analisis sensitivitas.




